Langsung ke konten utama

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Landasan Pengukur Kurikulum

Seperti yang telah kita bahas bersama pada artikel sebelumnya  mengenai pengembangan kurikulum, bahwa pengembangan kurikulum memiliki tahapan yang mengikutinya. Salah satu tahapan tersebut adalah tahap “Evaluasi”. Dalam rangka mengevaluasi kurikulum tentunya juga diperlukan landasan atau dasar pengukurnya, untuk pertimbangannya. Selain itu landasan pengukur juga berfungsi sebagai strategi untuk mencapai tujuan. Fatal akibatnya jika landasan ini diabaikan begiru saja. Bisa jadi  suatu kurikulum yang diterapkan tidak akan maksimal.
Landasan pengembangan kurikulum terdiri dari beberapa aspek yaitu ; 1) Filosofis, 2) Sosiologis, 3) Psikologis, 4) Yuridis. Landasan filosofis yaitu landasan yang mengacu pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara kita. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut menjadi acuan tercapainya aspek belajar, materi, evaluasi,dan pembelajaran. Landasan Sosiologis mencakup mengenai nilai-nilai social yang ada pada masyarakat sekitar. Landasan Psikologis mencakup aspek nilai asasi setiap anak mengenai karakteristik, dan sebagainya. Sedangkan Landasan Yuridis yaitu landasan yang berdasarkan konstitusional atau hukum yang dibuat oleh pemerintah.
Semua landasan di atas dilaksanakan dengan berpegang teguh pada prinsip kurikulum yang ada. Pertama yaitu Relevansi. Relevansi mencakup dua aspek secara langsung yaitu secara eksternal (berpijak pada lulusan yang sesuai kebutuhan bidang di masyarakat) dan internal (keterkaitan komponen dalam kurikulum). Kedua, Fleksibilitas, yaitu sifat kurikulum dengan hanya satu kebijakan namun mampu diimplementasikan dalam bentuk yang berbeda sesuai dengan daerahnya. Ketiga, Efektivitas, suatu kurikulum harus mampu memenuhi kebutuhan setiap siswa. Keempat, Kontinuitas, yaitu kurikulum harus bersifat berkelanjutan atau berhubungan antar setiap isinya. Terakhir, Praktis, yang mencakup dua aspek sekaligus yaitu kompatibel (cocok) dengan kondisi masyarakat dan tentunya mudah untuk diimplemetasikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDARISASI EIA

STANDARISASI EIA DAN MAC ADDRESS 48 BI T        A.     EIA 568A dan EIA 568B             EIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Electronic Industries Alliance dan TIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Telecommunication Industry Association. Maksud dari arti EIA/TIA adalah merupakan standarisasi internasional stuktur kabel untuk telekomunikasi. Kabel yang paling sering kita temui adalah jenis UTP, SFTP.               Banyak yang menganggap EIA/TIA hanyalah standart untuk kabel jenis ethernet padahal EIA/TIA lebih global untuk telekomunikasi termasuk transfer voice suara (PABX).           1.       568B - 568A 568B merupakan urutan urutan kabel twisted pair, dalam hal ini kabel UTP atau SFTP.         ...

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Pendidikan, Kurikulum, dan Pembelajaran Konsep kurikulum erat kaitannya dengan Pendidikan dan Pembelajaran. Pendidikan dalam mencapai tujuannya tentulah memiliki proses atau tahapan yang harus dilakukan. Proses itulah yang disebut dengan Pembelajaran. Namun dalam pembelajaran pun tidak bisa serta-merta langsung dilakukan. Tentunya harus memiliki landasan, strategi, kesesuaian dengan isi pendidikan yang hendak disampaikan. Hal inilah yang akhirnya mendorong pembuatan dan pengembangan kurikulum sebagai landasan, strategi dan kesesuaian antara isi dan proses pembelajaran. Kaitan antara Pendidikan, Kurikulum, dan Pembelajaran dapat dilihat pada table berikut Teori Pendidikan Kurikulum Teori  Belajar Pend. Teknologi Subject Matter Kognitif Pend. Pribadi Kompetensi Behavior Pend. Klasik Humanistik Humanistik Pend. Interaksional Rekonstruksi social ...
KONSEP KURIKULUM Kurikulum secara etimologis terdiri dari kata “curir” dan “curere” . Curir artinya pelari dan Curere adalah tempat berpacu / jarak. Ditinjau secara sejarah, dulu konsep kurikulum dipakai dalam olahraga, seperti atletik. Namun jika dikaitkan dengan konsep pendidikan maka dapat diistilahkan bahwa kurikulum adalah “jarak atau tahapan yang harus ditempuh oleh peserta didik untuk mencapai garis finish (gelar, tujuan pembelajaran).” Beane dkk (1991) mendefinisikan kurikulum menjadi 4 bagian, yaitu ; 1) kurikulum sebagai produk, 2) kurikulum sebagai program, 3) kurikulum sebagai tujuan terencana, 4) kurikulum sebagai pengalaman belajar. Setiap konsep kurikulum yang disampaikan Beane dkk di atas memiliki peranan masing-masing di pendidikan. 1.       Kurikulum sebagai Produk Artinya, kurikulum memiliki bentuk yang konkret yang mampu diamati seperti dokumen, sebagai hasil kerja dari suatu kelompok 2.       Kurikulum ...